"Kenapa, sih, kamu musti pergi?" Sahabatnya bertanya.
Dia hanya tersenyum. "Semuanya bukan 'musti' pergi, tapi 'pasti' pergi," jawabnya lalu berjalan menuju lemari pendingin. Mengambil satu botol air minum dan meminum isinya, langsung dari bibir botol.
"Dan kamu tenang-tenang saja?" Si Sahabat seperti seorang perempuan yang sedang gelisah karena mens-nya tak kunjung datang. "Kok bisa, sih? Gimana bisa?"
"Karena gue tahu kalau gue bakal pergii."
"Dan tahu kalau kamu bakal pisah sama aku, kamu nggak pernah sedih?"
Dia menggeleng.
"Not at all????" Sahabatnya menjerit.
"Nope...."
"Kamu memang bukan manusia, Roy!"
Sahabatnya berlari keluar dari kamarnya. Sambil menutupi wajahnya yang merah menahan amarah yang amat sangat.
Dia bergeming di atas karpet ruang tidurnya. Masih memegang rokok yang sudah separuh habis. Masih menghela nafas berulangkali. Masih mengatakan hal yang sama, seperti sebuah alat perekam yang memutar ulang rekamannya.
"Dan kamu bidadari, Luna... Dan kamu bidadari..."
Dia hanya tersenyum. "Semuanya bukan 'musti' pergi, tapi 'pasti' pergi," jawabnya lalu berjalan menuju lemari pendingin. Mengambil satu botol air minum dan meminum isinya, langsung dari bibir botol.
"Dan kamu tenang-tenang saja?" Si Sahabat seperti seorang perempuan yang sedang gelisah karena mens-nya tak kunjung datang. "Kok bisa, sih? Gimana bisa?"
"Karena gue tahu kalau gue bakal pergii."
"Dan tahu kalau kamu bakal pisah sama aku, kamu nggak pernah sedih?"
Dia menggeleng.
"Not at all????" Sahabatnya menjerit.
"Nope...."
"Kamu memang bukan manusia, Roy!"
Sahabatnya berlari keluar dari kamarnya. Sambil menutupi wajahnya yang merah menahan amarah yang amat sangat.
Dia bergeming di atas karpet ruang tidurnya. Masih memegang rokok yang sudah separuh habis. Masih menghela nafas berulangkali. Masih mengatakan hal yang sama, seperti sebuah alat perekam yang memutar ulang rekamannya.
"Dan kamu bidadari, Luna... Dan kamu bidadari..."
***
Why is it so hard to say, "I love you"?
Why is it so hard to say, "I'm going to miss you"?
Why is it so hard to say, "I won't be long, wait for me, please..."?
Why is it so hard to say, "I know it's gonna be you, from the beginning"?
Kalau dari awal Roy tahu, bahwa hanya sosok Luna yang terbayang ketika hari ini ia memutuskan pergi, meninggalkan kepingan-kepingan kenangan yang pernah dirangkainya menjadi satu lukisan indah, namun tak pernah lengkap, dan kemudian mencari kepingan yang lain, entah di mana.
Kalau dari awal Roy tahu, bahwa hanya Luna yang bisa melengkapinya ketika dia merasa hampa dan kosong, meskipun keramaian telah mengurungnya rapat-rapat dan hingar bingar musik kencang seolah mengejek kesendiriannya. Luna selalu ada buatnya, hadir begitu ajaib dalam satu tekanan tombol di ponselnya, lalu sahabatnya itu mengurai kekusutan hatinya.
Dari awal Roy tahu ia tak bisa meninggalkan Luna.
Dan dari awal Roy pun tahu ia tak bisa tinggal untuk Luna.
Meskipun kemudian ia mengetahui...
Luna adalah perempuan yang membuatnya tidak seperti lelaki yang sempurna.
She made him...
powerless.
And he hates that.
***
"Jadi aku salah karena selalu datang malam-malam setiap saat dia merasa kesepian?"
"Nggak, Lun..."
"Jadi aku salah kalau aku memilih untuk menemani dia sampai panasnya turun, karena aku khawatir?"
"Nggak, Lun..."
"Lantas? Lantas?"
"Dia lelaki, Lun..."
"Aku tahu..."
"Tapi kamu tahu, kalau terkadang, lelaki tidak ingin nampak lemah di mata seseorang yang dia cintai?"
"Maksudmu?"
"Tidak semua lelaki bisa dengan mudah mengakui kelemahannya di depan orang yang dia kagumi... Dan Roy adalah salah satunya..."
"..."
"He left, because he loved you."
"Berarti dia bodoh..."
"Bodoh?"
"Iya... Dia bodoh... "
"..."
"...karena nggak pernah tahu... kalau semua yang kulakukan itu... karena aku menyukai perasaan dibutuhkan olehnya..."
***
Dan cerita ini,
memang tak pernah bisa bergulir kemana-mana.
Seperti seorang Roy yang tahu sejak awal, lalu memutuskan untuk pergi saja, dari sisi seorang Bidadari, yang setahunya tak pernah kembali menjenguk kamarnya bahkan ketika ia pergi mencangklong ransel dan mencari kepingan yang terserak entah di mana atau apakah memang ada...
0 comments:
Post a Comment